Baik pria maupun wanita menderita berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kanker vulva. Kanker ini merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Masalah ini terjadi akibat infeksi tembakau atau HIV. Seseorang yang pernah mengalami masalah ini dapat menjalani pengobatan kanker vulva atau berbagai perawatan medis lainnya.
Namun, kanker vulva adalah penyakit langka dan sebagian besar menyerang wanita. Kanker ini menyerang vulva, bagian dari vagina wanita. Kanker ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali di area ini dalam bentuk tumor. Faktor risikonya adalah infeksi HPV dan iritasi kronis. Deteksi dini kanker vulva sangat penting untuk pemulihan.
Jenis Kanker Vulva
Kanker ini ada beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
- Karsinoma sel skuamosa: Ini adalah kanker paling umum yang memengaruhi sel skuamosa di vulva. Masalah ini terjadi akibat luka atau benjolan di area ini, yang tidak mudah disembuhkan atau dicegah oleh dokter.
- melanoma: Kanker ini terjadi pada melanosit, yang menyebabkan pigmentasi kulit pada pasien. Kanker ini lebih jarang terjadi dan lebih agresif bagi mereka. Kanker ini muncul sebagai bintik gelap dan berbentuk tidak beraturan di vulva.
- Karsinoma Sel Basal: Ini adalah kanker kulit yang terjadi pada sel basal, bagian bawah lapisan luar kulit. Masalah ini tumbuh perlahan dan menyebabkan kerusakan lokal pada vulva.
- Penyakit Paget: Masalah ini jarang terjadi dan berkembang lambat, biasanya memengaruhi permukaan kulit vulva. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan gatal pada wanita, yang dapat diobati melalui operasi atau krim imiquimod. Penyakit Paget ini mirip dengan penyakit Paget pada payudara.
- Sarkoma: Ini adalah kanker vulva langka yang terjadi pada otot atau pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan atau benjolan di area vulva.
Gejala Kanker Vulva
Gejala yang timbul akibat kanker ini adalah sebagai berikut:
- Perubahan Warna Kulit: Kemerahan, penebalan, atau perubahan warna yang tidak biasa pada kulit vulva mungkin merupakan tanda dan gejala kanker vulva.
- Pembengkakan: Jika kanker menyerang kelenjar getah bening di dekatnya, maka kanker dapat membengkak di daerah vulva atau selangkangan.
- Benjolan atau Pertumbuhan: Benjolan mungkin terasa nyeri, lebih keras, atau bentuknya tidak beraturan. Benjolan mungkin terlihat jelas dan tidak dapat hilang.
- Keputihan Tidak Normal: Keputihan yang tidak normal dapat berwarna bening, berdarah, dan berbau tidak sedap, yang mungkin disertai gejala lain. Hal ini dapat menimbulkan efek berbahaya bagi pasien.
- Gatal atau Tidak Nyaman: Gatal di area vulva bisa terasa parah dan terus-menerus, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Ini merupakan gejala lain yang muncul akibat kanker ini.
- Luka atau Borok: Luka atau ulkus terjadi akibat kanker vulva, yang tidak mudah disembuhkan. Luka atau ulkus ini mungkin terasa nyeri atau berdarah pada pasien.
Diagnosis Kanker Vulva
Kanker vulva dapat didiagnosis dengan beberapa cara:
- Sistoskopi: Ini adalah prosedur yang memeriksa kanker vulva di vulva dan uretra. Dokter menggunakan tabung berlampu untuk memeriksa masalah ini.
- Biopsi: Prosedur ini menguji kanker vulva dengan mengambil sampel jaringan dari vulva. Prosedur ini dilakukan di ruang praktik tenaga kesehatan profesional atau ruang operasi.
- Kolposkopi: Prosedur ini memeriksa kanker di vagina, vulva, dan serviks. Prosedur ini menggunakan alat khusus yang disebut kolposkop untuk memeriksa masalah ini.
- Pindaian MRI: MRI menghasilkan gambar penampang melintang dengan magnet dan gelombang radio yang kuat. Prosedur ini penting untuk pengobatan kanker vulva. Pemindaian ini juga menunjukkan bahwa kanker telah memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.
- CT Scan: Ini adalah tes sinar-X yang membantu mendeteksi kanker vulva atau pembesaran kelenjar getah bening pada pasien. Tes ini memeriksa kanker pada kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya. Prosedur ini berguna untuk mengobati kanker vulva yang besar.
- Pemindaian PET: Ini adalah tes pencitraan yang berguna untuk menangani kanker vulva pada kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya. Prosedur ini menggunakan gula radioaktif yang dimasukkan ke dalam darah. Gula ini menghasilkan gambar area yang terdampak untuk memberikan informasi bermanfaat tentangnya.
- Proktoskopi: Prosedur ini melibatkan penanganan kanker vulva yang telah menyebar ke rektum dan anus. Sebuah tabung tipis dan berlampu digunakan untuk perawatan ini.
Pengobatan Kanker Vulva
Ada berbagai jenis vulva pengobatan kanker, yaitu sebagai berikut:
Operasi
Ini adalah pengobatan utama kanker vulva, yang melibatkan beberapa prosedur:
- Pengangkatan Kelenjar Getah Bening: Jika kelenjar getah bening terpengaruh karena kanker vulva, maka kelenjar tersebut perlu diangkat, yang membantu mengurangi risikonya.
- Mengangkat Sebagian Vulva atau Seluruh Vulva: Jika kanker berukuran besar, vulvektomi adalah pilihan terbaik. Vulvektomi adalah operasi pengangkatan vulva. Vulvektomi parsial adalah pengangkatan sebagian vulva, sedangkan vulvektomi radikal adalah pengangkatan seluruh vulva.
- Pengangkatan Kanker dan Beberapa Jaringan Sehat: Eksisi melibatkan pemotongan sebagian jaringan yang tampak sehat, yang memastikan pengangkatan semua sel kanker. Prosedur ini juga dikenal sebagai eksisi lokal luas atau eksisi radikal.
Terapi radiasi
Terapi ini menggunakan sinar energi yang kuat, yang dipancarkan dari sinar-X, proton, dll. Pasien harus berbaring di meja operasi selama terapi radiasi. Mesin bergerak di sekelilingnya dan memancarkan radiasi ke titik-titik tubuh yang tepat. Terapi radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker yang terdapat di sekitar kelenjar getah bening. Terapi ini dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengatasi masalah ini.
Kemoterapi
Ia menggunakan obat-obatan kuat yang mengobati kanker vulva yang memengaruhi bagian tubuh lainnya. Kemoterapi dikombinasikan dengan terapi radiasi untuk mengobati kanker vulva besar atau kanker di sekitar kelenjar getah bening.
immunotherapy
Terapi ini membantu sistem kekebalan tubuh melawan penyakit dengan menyerang kuman dan sel kanker lainnya. Sel-sel ini bertahan hidup dengan bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh. Terapi ini juga bermanfaat untuk pengobatan kanker vulva stadium lanjut.
Terapi Target
Terapi ini menggunakan obat-obatan yang menargetkan molekul spesifik yang terdapat dalam sel kanker. Obat-obatan ini memblokir zat-zat kimia yang menyebabkan kematian sel-sel tersebut. Terapi ini juga menangani kanker vulva stadium lanjut dengan cara yang serupa dengan imunoterapi.
Bagaimana Mencegah Kanker Vulva?
Kanker Vulva dapat dicegah dengan cara berikut:
- Pemeriksaan Panggul: Dokter akan memeriksa faktor risiko dan gejala melalui riwayat medis lengkap. Setelah itu, ia akan memeriksa masalah ini melalui pemeriksaan panggul. Ini merupakan langkah pertama dalam mencegah kanker serviks pada pasien. Dokter juga akan melakukan tes Pap atau HPV untuk vagina dan serviks.
- Hindari Tembakau: Merokok meningkatkan risiko kanker vulva. Jika Anda tidak dapat berhenti, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Masalah ini dapat diatasi dengan obat-obatan dan konseling.
- Menurunkan risiko infeksi HPV: HPV meningkatkan risiko kanker vulva akibat hubungan seksual. Jika Anda ingin mengurangi risiko ini, ikuti langkah-langkah berikut:
- Gunakan Kondom: Kondom mungkin membantu mengurangi risiko HPV, tetapi tidak memberikan perlindungan penuh dari masalah ini.
- Dapatkan Vaksin HPV: Vaksin ini memberikan perlindungan dari virus penyebab kanker vulva. Anda dapat berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang vaksin HPV.
