Kanker anus terjadi di ujung saluran pencernaan, yang disebut anus, tempat feses dikeluarkan. Kanker ini bukan jenis kanker yang umum, dan berkembang di lapisan anus. Kanker ini terutama berkaitan dengan infeksi HPV dan faktor-faktor lainnya. Tingkat keparahannya bergantung pada lokasi, ukuran, dan stadiumnya. Jenis kanker yang jarang ini ditemukan menyerang satu dari 500 orang, dan mereka mencari pengobatan terbaik. Setelah mendiagnosis kanker anus dan stadiumnya, penting untuk memilih pengobatan anus yang tepat dan efektif. pengobatan kanker Pilihan.
Tahapan Kanker Anal
Ada berbagai stadium kanker ini, yang disebutkan di bawah ini:
- Tahap 0: Ini adalah stadium prakanker yang menunjukkan adanya sel-sel abnormal. Sel-sel ini belum menyebar ke jaringan lain, tetapi berpotensi menjadi kanker di kemudian hari.
- Tahap 1: Jenis ini sangat kecil dan tetap berada di area spesifik tempat mereka mulai.
- Tahap 2 & Tahap 3: Selama tahap ini, kanker mulai menyebar ke jaringan di dekatnya.
- Tahap 4: Ini adalah tahap metastasis di mana kanker telah menyebar ke banyak bagian tubuh. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan mudah.
Gejala Kanker Anal
Seringkali tidak ada gejala, dan jika pun ada gejala, gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap orang:
- Keluarnya cairan dari anus
- Nyeri di sekitar anus
- Perdarahan rektal yang parah
- Kelenjar getah bening di daerah anus membengkak
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti frekuensi dan konsistensi kotoran.
- Benjolan massa muncul di lubang anus.
- Merasa perlu buang air besar lebih sering.
Penyebab Kanker Anus
Penyebab pasti kanker anus belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan masalah medis ini. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
- Infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut human papillomavirus melalui hubungan seks dengan banyak pasangan.
- Individu yang berusia di atas 60 tahun
- Sistem kekebalan tubuh lemah
- Melakukan seks anal
- Orang yang merokok berlebihan dapat terserang kanker jenis ini.
- Memiliki yang lain jenis kankerseperti kanker vagina ke kanker serviks.
Diagnosis Kanker Anus
Setelah mengalami gejalanya, dokter Anda akan menjalankan beberapa tes untuk mendiagnosis kanker anus. Berikut beberapa tes endoskopi yang dapat dilakukan:
- Proktoskopi: Sebuah instrumen tipis dengan cahaya dan lensa digunakan untuk melihat anus dan rektum. Kemudian, menggunakan proktoskop, jaringan diambil sebagai sampel untuk memeriksa tanda-tanda kanker.
- Pemeriksaan Rektal Digital: Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan rektum dan anus. Dokter akan mengoleskan pelumas pada jari, lalu memasukkan jari tersebut untuk meraba adanya benjolan.
- Biopsi: Untuk memeriksa tanda-tanda kanker, sepotong kecil jaringan diambil. Kemudian, jaringan tersebut diperiksa oleh ahli patologi untuk melihat tanda-tanda kanker.
- Anoskopi: Untuk melihat adanya kelainan pada anus, tabung pendek dimasukkan untuk pemeriksaan.
- Ultrasonografi Endorektal: Sebuah probe ditempatkan di dalam anus untuk melihat gambar organ dengan menggunakan ultrasound.
Ketika kanker anus terdiagnosis, ada beberapa tes lain untuk mengetahui bagian tubuh mana yang menyebar.
- Rontgen dada
- Pemindaian CAT
- Pemeriksaan panggul
- MRI
- PET scan
Semua tes ini dijalankan untuk menentukan stadium penyakit. Ketika penyakit menyebar ke bagian tubuh lain, maka disebut stadium.
Pilihan untuk Pengobatan Kanker Anus
Peluang pemulihan dan pengobatan bergantung pada berbagai faktor:
- Stadium kanker
- Lokasi tumor di anus
- Terinfeksi HIV
- Kambuh setelah pengobatan awal
Jenis Perawatan
Ada berbagai pilihan pengobatan untuk kanker anus, dan berikut ini disebutkan:
Kemoterapi
Kemoterapi Digunakan untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Obat kemoterapi diminum atau disuntikkan. Dengan demikian, obat dapat mencapai sel kanker melalui aliran darah.
immunotherapy
Sistem kekebalan tubuh yang kuat penting untuk melawan kanker anus. Dokter akan menyarankan obat imunoterapi. Kemudian, tes biomarker dilakukan untuk memprediksi respons obat-obatan ini.
Terapi radiasi
Radiasi berenergi tinggi digunakan untuk menghancurkan sel kanker dan mencegahnya berkembang biak. Berbagai jenis radiasi digunakan untuk menargetkan area tubuh tertentu.
Operasi
Jika terapi yang disebutkan di atas tidak efektif dalam mengobati kanker dan kanker kambuh, operasi disarankan. Operasi dilakukan dengan dua cara:
- Jika kanker belum menyebar dan berukuran kecil, tumor akan diangkat bersama jaringan sehat dari anus. Prosedur ini dilakukan dengan reseksi lokal.
- Ada prosedur bedah lain di mana sayatan kecil dibuat di perut. Kemudian rektum, anus, dan kolon sigmoid dipotong, dan setelah proses ini, lubang usus dijahit. Kotoran tubuh dikumpulkan dalam kantong sekali pakai.
